Psikosis Postpartum




 

Psikosis Postpartum

Walau memiliki anak adalah momen yang paling membahagiakan, namun rupanya setiap ibu bisa terserang rasa depresi pasca-melahirkan. Terdapat tiga jenis depresi pasca-melahirkan, yaitu baby blues, postpartum depression, dan psikologis postpartum. Untuk baby blues dan postpartum depression masih tergolong gangguan kesehatan mental yang ringan. Namun tidak dengan psikologis postpartum. Jenis depresi berat ini membutuhkan penanganan yang berbeda, karena tergolong gangguan mental berat yang bisa dialami ibu baru.

 

Rasa Depresi Berat

Psikologis postpartum adalah gangguan jiwa atau mental yang tergolong berat atau parah. Walau gangguan mental ini jarang terjadi, namun bisa muncul secara tiba-tiba dalam kurun waktu 3 sampai 4 bulan setelah melahirkan. Menurut Vera Itabiliana Hadiwidjojo,S.Psi., Psikolog, psikologi postpartum ini hanya terjadi pada 1-2 dari 1.000 perempuan yang melahirkan.depresi berat ini bisa terjadi pada persalinan pertama, dan bisa terjadi di anak ke dua. Dimana 70% wanita yang pernah menderita depresi berat ini bisa mengalami lagi untuk kesekian kalinya. Namun depresi berat ini sering terjadi pada persalinan pertama.

Apa Kah Penyebabnya ??

Penyebabnya cukup beragam, salah satunya belum siap menghadapi perubahan drastis di hidupnya, seperti fisik atau gaya hidup. Penurunan kadar estrogen atau progesteron secara drastis dan perubahan kadar kartisol dalam darah juga bisa menjadi penyebab munculnya gangguan mental ini.

Ini Gejalanya !

Depresi berat ini memiliki beberapa gejala yang cukup parah, bahkan bisa mengganggu kehidupan anda sebagai ibu. Gejalanya antara lain insomnia yang parah, perubahan mood yang cepat, gelisah, delusi dan halusinasi. Perilaku yang tidak wajar juga bisa terjadi, seperti membersihkan rumah pada tengah malam.

Selain itu, akan muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri dan sang bayi. Hal ini tentu akan menggangu pertumbuhan anak, karena sang ibu bisa saja melakukan kekerasan atau menelantarkan anaknya sendiri. Kemungkinan buruk lainnya, adanya tindkan infanticide atau melakukan pembunuhan pada anak.

Gejala lain yang dapat muncul adalah rasa bingung yang membuatnya bahkan lupa dengan keluarga sendiri. Sang ibu bisa saja tidak mengenali sang suami, kerabat bahkan anak kandungnya sendiri. Kemudian, penderita psikologis postpartum juga akan memiliki pemikiran yang tidak logis sehingga dapat membahayakan orang di sekitarnya.

Bisa Disembuhkan

Walau terdengar menyeramkan, namum dapat disembuhkan kok, Moms ! jadi jika beberapa gejala di atas sudah mulai terlihat, sebaiknya keluarga langsung mencari bantuan ke dokter atau psikolog. Umumnya dokter akan memberikan obat-obatan antipsikotik atau anti depresan. Tentunga obat-obatan ini harus dikonsumsi dibawah pengawasan dokter atau psikiater, ya !

Jenis pengobatan juga akan disesuaikan dengan seberapa parah kondisi mental pasien dan tentunya disesuaikan dengan kondisi pasien sebagai ibu menyusui. Selain obat-obatan, electro thrapy (ECT) juga diperlukan, agar pasien tetap bisa menyusui anak tercinta. Selain itu, terapi wicara dengan cognitive behavioral therapy (CBT) juga akan ditawarkan untuk mempercepat penyembuhan.

Konseling juga dilakukan tidak hanya dari sisi sang ibu tetapi dengan keluarga. Baik suami, orang tua kandung, mertua hingga kerabat dekat lainnya.hal ini dilakukan untuk menunjang pemulihan agar sang ibu bisa cepat sehat.

Mencegah Depresi

Seorang wanita perlu menyiapkan diri menghadapi segala kemungkinan dan tidak memaksakan diri untuk menjadi ibu yang sempurna. Anda tidak perlu menekan diri untuk bisa melakukan segala hal seorang diri dan jangan segan untuk meminta bantuan. Disamping itu, dukungan dari pasangan dan keluarga memiliki peran penting.segala dukungan yang diterima oleh sang ibu bisa membantunya menghadapi perubahan yang terjadi setelah memiliki anak. Selain itu, cobalah untuk terbuka pada pasangan jika anda memang memiliki gangguan mental. Meski sulit, namun keterbukaan akan membawa anda dan pasangan bisa saling percaya dan mendukung dalam kondisi apapun.

Ingat, cara terbaik untuk merawat bayi anda adalah dengan menjaga kondisi kesehatan anda agar tetap stabil. Jadi, jangan membebankan diri anda dengan situasi yang seharusnya tidak terjadi. Jalani semua perubahan dengan sukacita sehingga anda bersama pasangan bisa lebih bahagia dengan ditemani Si Kecil dalam keluarga.

 

Sumber : Mother & Baby Januari 2018

~Salam Sehat~

J Rika_ibu alam J

 

Our Gallery

Kumpulan foto kegiatan dan pelayanan "IBU ALAM SALATIGA"

Team ibu alam

Kelas ibu hamil (29 oktober 2022)

Kelas Ramadhan 4

Mamapito Birthing Dolls 12

Selengkapnya

Contact Us

Untuk memperluas jaringan, dan kerjasama dalam mengaplikasikan konsep Ibu Alam ke dalam sebuah klinik pratama / utama / RS. Ibu Alam menyediakan pendidikan dan pelatihan (education and training) oelh Ibu Alam tim bagi stake holder yang berminat. Pelayanan holistik ini mampu bersaing di era global, karena mindset costumer bukan lagi pelayanan gratis namun pelayanan yang nyaman dan humanis. Company Profile Ibu Alam akan dikirim via email jika anda berminat mengadakan kerjasama.

Contact Info

  • Tegalsari 1/8 Mangunsari
    Sidomukti Salatiga
    Jawa Tengah 50721